Tragedi Priok: Satpol PP Dijebak Polisi & TNI?

INILAH.COM, Jakarta – Beberapa saat menjelang bentrokan di depan makam Mbah Priok, tiba-tiba personil dari polisi dan TNI yang ikut, mundur. Satpol PP seperti dijebak?
Dugaan ini disampaikan oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Kepulauan Seribu, Hotma Sinambela. Dalam diskusi bertema “Siapa Butuh Satpol PP?” di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (17/4), Hotma mengungkapkan fakta Tragedi Priok, 14 April lalu.
Hotma mengatakan, 50 anggotanya ikut bergabung dengan 1.750 personil Satpol PP se-DKI Jakarta dalam peristiwa itu. Hotma merasa, Satpol PP sengaja dipasang di garda terdepan proses eksekusi. Begitu bentrokan terjadi, personil dari kepolisian dan TNI malah meninggalkan lokasi. “Kita ditinggalkan di lapangan oleh rekan-rekan polisi dan TNI,” ujar Hotma, dengan kalimat yang diulang-ulang sebagai penegasan.
Hotma kemudian mengungkap kronologis kejadian itu. Selasa (13/4) pukul 09.30, digelar rapat di kantor Walikota Jakarta Utara. Ada perintah agar dikerahkan personil Satpol PP dari 5 kota dan 1 kabupaten yang ada di wilayah DKI. Diputuskan pula perlunya bantuan dari 2 SSK Brimob Polda Mero Jaya, 2 SSK dari Samapta, Garnisum, POM AL, 20 aparat Kodim, dan personil kecamatan. Total ada sekitar 2000-an petugas.
Rabu pagi pukul 05.00, seluruh personil menggelar apel dan langsung meluncur ke lokasi makam Mbah Priok. Sampai lokasi, warga sudah siap bentrok. Banyak diantaranya membawa sajam, seperti samurai. Ada dugaan telah terjadi miskomunikasi, di mana warga beranggapan Satpol PP akan menggusur makam Mbah Priok. Padahal, sasarannya hanya gapura terdepan saja. Korban pertama jatuh justru dari Satpol PP. “Tameng rekan kami terbelah kena samurai dan orangnya menjadi korban,” kata Hotma.
Akibatnya, suasana makin panas. “Karena polisi lepas tangan, ya terpaksa satpol PP yang maju ke depan,” tegasnya, dengan nada tinggi.

Berikut Foto-foto “TRAGEDI PRIOK II”…………….

Foto-foto di atas, kami ambil dari berbagai sumber dalam negeri dan luar negeri. Mudah-mudahan peristiwa memilukan ini tidak terulang kembali di bumi pertiwi ini.