Pola Komunikasi Masyarakat Primitif di Zaman Modern

Tags


1. Di zaman modern ini, semakin banyak cara manusia berkomunikasi, semakin canggih; dunia seolah menjadi tidak berjarak lagi,
2. Tweet2 ini menganalisis cara berpikir anak2 oswah yang menganggap facebook, blog (internet), sms, pamplet2, dsb bukan pola komunikasi,
3. Lebih tegas mereka mengatakan bahwa pola2 komunikasi dgn cara2 tersebut adalah cara2 pecundang, dan pelakunya adalah seorang pecundang,
4. Komunikasi yang menurut mereka satu2nya yang ideal adalah tatap muka, maka komunikasi selain dengan cara tersebut adalah ilegal, salah,
5. Maka tuntutan kami rame2 kekamar oswah senin malam (16/4) didasarkan pada cara pandang mereka, kami mengikuti cara berpikir mereka,
6. Kemudian kami belakangan menerima kritikan dari pemegang otoritas yg lebih tinggi (misalnya badal saat ngaji pagi), bisa kami maklumi,
7. Jujur dari sini hendak kami katakan: antara kami tdk ada jalinan komunikasi yg jelas, apalagi pihak yg meniadakan pola komukiasi modern,
8. Dan pemegang otoritas yang lebih tinggi dari oswah memanfaatkan timming-momment ngaji pagi sebagai upaya penggerak masa,
9. Alih2 dapat memberi penjelasan dan testimoni, cara tersebut justru memperkeruh suasana, sama sekali tidak menyelesaikan masalah,
10. Tuntutan yang hendak kami bawa pada senin malam (16/4) itu adalah satu, kembalikan tv yang sudah lebih dari 3 minggu disita oswah,
11. Pembicaraan cukup hangat terjadi malam itu, saya hadir disana bagian dari santri, beberapa kali suasana memang harus didinginkan,
12. Kami paham betul niat baik oswah dan alasan2 penyitaan tv, tapi setelah tv disita yang terjadi justru kontraindikasi, kontraproduktif,
13. Itulah yang harus dievaluasi; maka ketika oswah menggambarkan suasana yang ideal/ suasana kondusif lengkap dengan gambaran visi pesantren, kami memastikan bahwa tv tidak akan kembali,
14. Pihak kami lalu menjelaskan bahwa selain “menyalahkan” tv sangat tidak tepat, juga adanya kebutuhan urgent: kebutuhan informasi,
15. Krn kita tdk akan pernah menjumpai suasana kondusif, -perlu jangka panjang, maka kebijakan oswah didasarkan pada cara pikir irrasional,
16. Lalu yang kita pahami dari cara kerja oswah: oswah tdk punya visi kedepan, yg penting adalah bagaimana aturan2nya saat ini dituruti,
17. Tapi bisa kita lihat bersama “kesalahan strategi” ini, sepinya ngaji pagi, sepinya kerja bakti minggu pagi, sepi, sepi sekali,
18. Sejak awal kami sampaikan pada pertemuan itu, kami ada di pihak oswah, kami bukan musuh oswah, jangan perlakukan kami seperti penjahat,
19. Demikian, karena pertemuan itu berlangsung tertutup, kami membuat press release ini untuk bisa dipahami bersama maksud2 kami,
20. Sehingga pihak pemegang otoritas yang lebih tinggi mendapatkan informasi yang berimbang, dan ini pola adalah komunikasi kami,
21. Kita tlh mafhum, abad 21 ini memudahkan (ada banyak pilihan) manusia modern berkomunikasi, kita tdk bisa mengabaikan perkembangan ini,
22. Semoga tdk pernah terulang, cara2 yg menurut kami itu demo, bernada kasar, bikin goro2; ternyata dipandang cara yg paling tepat oleh,
23. Tuntutan kami sederhana, kembalinya tv; & atas kesalahan oswah ini kami blm bisa memberi maaf sebelum oswah minta maaf secara terbuka,
24. Yg kedua ini bkn tuntutan, tapi saran dari kami agar oswah kembali didengar, karena yg namanya hubungan mesra itu saling mendengarkan,
25. Yah, satu pihak bicara pihak lain mendengarkan, dan sebaliknya, sekian.

Sumber : http://defaultride.wordpress.com/